Terapi Asma - An Overview

 Khasiatnya sama dengan obat pereda reaksi cepat, hanya saja kinerjanya butuh waktu yang lebih lama dan efeknya bisa bertahan hingga 12 jam. Contoh inhaler pereda reaksi lambat adalah salmeterol dan formoterol.

Tablet leukotriene receptor antagonist (montelukast). Obat dikonsumsi satu kali sehari untuk mencegah radang di dalam saluran pernapasan. Obat ini digunakan untuk mencegah gejala asma. Efek sampingnya antara lain gangguan perut atau sakit kepala.

(ACO) is the presence of persistent airflow limitations with some signs and symptoms resembling bronchial asthma and Another indications

Maka dari itu dengan melakukan terapi non farmakologi penyakit asma diatas diharapkan para penderita penyakit asma dapat lekas sembuh dan dapat beraktivitas sebagai mana mestinya tanpa diganggu penyakit sesak napas ini.

Treatment plans specified to individuals with dominant eosinophil phenotype are inhaled and anti-IgE corticosteroids, as well as the medicine

Di samping melakukan pengobatan, pengidap asma juga harus menghindari dari hal-hal yang dapat menjadi pemicu asma kambuh. Biasanya, dokter akan merekomendasikan inhaler

Obat-obatan yang terkandung di dalam inhaler pereda jarang menimbulkan efek samping dan aman digunakan selama tidak berlebihan. Inhaler pereda tidak perlu sering digunakan lagi jika asma sudah terkendali dengan baik. Bagi pengidap asma yang harus menggunakan obat ini sebanyak lebih dari tiga kali dalam seminggu, maka keseluruhan penanganan perlu ditinjau ulang.

Karena dengan menggunakan cara non farmakologi kita tidak akan mendapatkan umpan balik berupa efek samping sehingga akan sangat aman apabila kita lakukan. 

Asma adalah penyakit menahun. Apabila tidak dilakukan penanganan dengan tepat maka dapat ditemukan efek terhadap kualitas hidup, antara lain:

Aktivitas ini akan membantu paru – paru bekerja lebih usual. Anda bisa melakukan meditasi atau yoga untuk memaksimalkan udara dalam paru – paru.

Umumnya, sedikitnya udara yang masuk ke paru – paru jelas membuat dada terasa lebih sesak. Setelah itu, diikuti dengan mengi atau suara yang timbul akibat saluran napas menjadi lebih sempit.

Asma sedang yaitu dengan menggunakan obat anti radang setiap hari dan agnosis B2 inhalasi jika diperlukan.

Penting bagi pasien untuk mengenali hal-hal yang dapat memicu asma mereka agar dapat menghindarinya. Jika gejala asma muncul, obat yang umum direkomendasikan adalah Terapi Asma inhaler pereda.

Jika Anda sudah didiagnosis menderita asma, pada saat serangan asma ini inhaler pereda tidak akan membantu dan hasil tes arus puncak respirasi terlihat menurun cukup drastis. Segera temui dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *